BIOGRAFI
SEJARAH
SMPN SATU
ATAP 2 BETARA dibangun pada bulan Juli
2006, dan Izin Operasional Pelaksanaan Pendidikan SMP tersebut ter-SK-kan tanggal
20 november 2006 atau bertepatan 28 Syawal 1424 H OLEH Bupati; Usman Ermulan,
Bupati Kab. Tanjung Jabung Barat Nomor: 796
TAHUN 2006, yang dipelopori oleh bebeberapa tokoh,
diantaranya; Bpk. Wahidin.S.Pd.MM, yang sekarang sebagai kepala Dinas
Pendidikan Kab. Tanjung jabung Barat s/d saat ini, juga Bpk Ambo Anta,S.Pd.SD,
yang sekarang menjabat sebagai Kepala UPTD Kuala Betara, Bpk. Kepala Desa,
tokoh-tokoh masyarakat yang peduli dengan pendidikan di kala itu. Berdiri di
atas tanah Hibah dengan luas 3500 M2. Sedangkan luas bangunan tersebut sekitar 700
M2, dengan lokal sebanyak 3 Ruang Teori, tanpa kantor, tapak cor, bangunan atas
kayu, yang dibebankan pada dana Blockgrand TA. 2006. Jumlah siswa pertama kali
saat itu sebanyak 10 Orang siswa; 5 Siswa laki-laki dan 5 Orang Siswi
Perempuan, sedikitnya siswa kala itu bukanlah hambatan bagi para guru untuk
terus mendidik, mencerdaskan siswa ditengah krisis ekonomi disaat itu, apalagi
saat itu pola fikir masyarakat masih berorientasi pada materi, “sebagai nelayan
dan petani jadilah” bagi mereka, seolah–olah pendidikan kurang begitu
diperhatikan, sehingga bukan tidak mungkin, hampir 90% siswa tamat SD yang
tidak lagi melanjutkan kejenjang Berikutnya, SMP atau sederajat. Inilah
barangkali hal mendasar yang membuat para pe-Meduli pendidikan tidak bisa
tinggal diam, seiring WAJAR (Wajib
Belajar) Sembilan Tahun yang dicanangkan Oleh Pemerintah kala itu, menjadi
pemicu semangat pelopors pendiri SMP tersebut. Seiring barjalanya waktu, jumlah
siswa sedikit demi sedikit bertambah, ini menandakan kepedulian masyarakatpin
semakin tinggi, bahkan sudah banyak siswa yang melajutkan ketingkat SMA, bahkan
Perguruan tinggi, sepertinya perjuangan saat itu tidak lah sia-sia, pendidikan
begitu penting, pendidikan adalah wajib, pendidikan adalah hal yang sangat
berperan dalam membentuk pola lingkungan, bertahap memang. Namun, yang menjadi
kendala saat ini adalah, tuntutan kurikulum yang sedimikian rupa, namun
prasarana kami yang belum memadai, acuan nilai di tentukan pemerintah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar