Minggu, 07 September 2014

HIRUK PIKUK KURIKULUM 2013

Kegundahan dan kecemasan selalu saja menyelimuti pendidikan,  ini terlihat dari perubahan kurikum 2013 antara kesiapan peserta didik   dan tenaga pendidik yang begitu beragam ditanah air. Semua tidak dipungkiri baik sarana dan prasarana yang ada juga mejadi kendala, terlebih yang jauh dari pusat kota atau daerah yang masuk kategori terbelakang menjadi masalah tersediri. kemudian menjadi pertanyaan bersama adalah siap atau tidak kita sebagai tenaga pendidik dihadapkan dengan keadaan demikian? jawaban nya mungkin beragam. Namun, semuanya pada intinya menginginkan yang terbaik, untuk bangsa dan negara ini. Mungkin ini salah satu jalan mejadi lebih baik atau sebaliknya kita lihat saja nanti. siap tidak siap semua harus berjalan, dengan mengenyampingkan semua masalah yang ada.

A. kurikulum 2013
Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diterapkan sejak 2006 lalu. Dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan.Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik dipilih sesuai dengan pilihan mereka.Kedua kelompok mata pelajaran tersebut (wajib dan pilihan) terutama dikembangkan dalam struktur kurikulum pendidikan menengah (SMA dan SMK) sementara itu mengingat usia dan perkembangan psikologis peserta didik usia 7 – 15 tahun maka mata pelajaran pilihan belum diberikan untuk peserta didik SD dan SMP. 
Tiga aspek penting Kurikulum 2013:
  1.  Pengetahuan dalam kurikulum 2013 sama seperti kurikulum-kurikulum sebelumnya, yaitu penekanan pada tingkat pemahaman siswa dalam pelajaran. Nilai dari aspek pengetahuan bisa didapat dari Ulangan Harian, Ujian Tengah/Akhir Semester, dan Ujian Kenaikan Kelas. Pada kurikulum 2013, Pengetahuan bukan aspek utama seperti pada kurikulum-kurikulum sebelumnya 
  2. Keterampilan merupakan aspek baru dalam kurikulum di Indonesia. Keterampilan merupakan penekanan pada skill atau kemampuan. misalnya adalah kemampuan untuk mengemukakan pendapat, berdiksusi/bermusyawarah, membuat laporan, serta berpresentasi. Aspek Keterampilan merupakan salah satu aspek penting karena hanya dengan pengetahuan, siswa tidak dapat menyalurkan pengetahuan tersebut sehingga hanya menjadi teori semata.
  3. Aspek sikap merupakan aspek tersulit untuk dinilai. Sikap meliputi sopan santun, adab dalam belajar, absensi, sosial, dan agama. Kesulitan penilaian dalam aspek ini karena guru tidak setiap saat mengawasi siswa-siswinya. Sehingga penilaian tidak begitu efektif.

B. Mata Pelajaran dan Jumlah Jam untuk kelas VII dan VIII

Sekolah Tingkat Menengah Pertama

  • Kelompok A (Wajib)
    • Pendidikan Agama dan Budi Pekerti                 ( 2 Jam )
    • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan     ( 3 Jam)
    • Matematika                                                         ( 5 jam)
    • Bahasa Indonesia                                                ( 6 Jam)
    • Ilmu Pengetahuan Alam                                     ( 5 Jam)
    • Ilmu Pengetahuan Sosial                                    ( 4 Jam)
    • Bahasa Inggris                                                    ( 4 Jam)
  • Kelompok B (Wajib)
    • Seni Budaya (Rupa/Musik/Tari/Teater)
    • Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
    • Prakarya dan Kewirausahaan (Rekayasa/Kerajinan/Budidaya/Pengolahan)
    • Bahasa Daerah (Sesuai dengan kebijakan sekolah masing-masing)

Sabtu, 21 Juni 2014

Senin, 14 Oktober 2013


3 FAKTOR UTAMA KEBERHASILAN SEBUAH PENDIDIKAN

Dalam kehidupan sehari banyak hal yang bisa menjadi sebuah pembelajaran dalam masyarakat, bahkan bila kita jeli pendidikan yang didapat dari masyarakat tidak akan kita jumpai dibangku kulyah. Misalnya tentang beradaptasi dimasyakat, berinteraksi secara langsung atau menghapi pro dan kontranya opimi masyarakat, khususnya masalah pendidika.



 Berikut adalah faktor keberhasilan pendidikan:
 1.        Faktor keluarga
Dalam teologi islam kewajiban orang tua salah satunya adalah memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anaknya. Peran keluarga dalam hal ini adalah ayah dan ibu sangat berperan untuk ga.

memberikan pendidikan memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sosial. Orang tua adalah orang yang pertama yang memberikan sugesti kepada anak-anaknya. Bagamana ia mulai mengenal kehidupan sampai ia bisa membedakan mana yan baik dan mana yang buruk kesemuanya itu tidak terlepas dari peran dari seorang ayah dan ibu. Kesuksesan anak biasanya dibelakangnya terdapat orang tua yang sukses pula dalam mendidikan anaknya tersebut. Intinya adalah kepedulian keluarga terhadap suatu pendidikan anaknya tidak serta merta melepas anaknya kesekolah tertentu kemudian melepasnya begitu saja tangung jawab sebagai orang tua. Pengawasan serta pengarahan harus tetap dilakukan sebab waktu yang terbanyak anak bersama keluar.

      2.        Faktor sekolah
Sekolah adalah sebuah people changing instituation, yang dalam proses kerjanya selalu berhadapan dengan uncertainty and interdependence. Maksudnya mekanisme kerja (produksi) di lembaga pendidikan secara teknologis tidak dapat dipastikan karena kondisi input dan lingkungan yang tidak pernah sama sekali sama. Selain itu proses pendidikan di sekolah juga tidak terpisahkan dengan lingkungan keluarga maupun pergaulan peserta didik (Depdiknas, 2009:1). Sekolah tampa keluarga yang mendukung dalam proses pembelajaran maka pihak sekolah akan kesulitan dalam melaksanakan pendidikan. Oleh karena itu keluarga yang telah memberikan wewenang kepada sekolah untuk mendidikan, orang tua memberi dukungan kepada anak serta membantu memberikan pengawansan. 

3.    Lingkungan
Lingkungan adalah tempat tinggal mahluk hidup, manusia didalamnya saling berinteraksi, hal ini sesuai dengan kodratnya manusi adalah mahluk sosial. Dalam dunia pendidikan lingkungan yang bersahabat akan memberikan kemudahan serta kenyamanan dalam proses pendidikan. Jika suatu wilayah terjadi konflik maka sudah bisa diakatakan akan sangat menganggu proses pembelajar. Jika dikrucutkan lagi lingkungan yang dimaksud juga ialah pergaulan si anak. Orang tua berperan penting disini untuk memberikan pandangan mencari teman yang baik dan bisa membawa anak berkembang ke arah yang lebih baik. Orang tua hendaklah tidak menjaga anak terlalu protektif dan tidak juga terlalu bebas yang terpenting adalah anak nyaman bersosialisasi dan juga tetap tidak menyimpang.

Jika ketiga faktor ini bisa berjalan searah serta bahu membahu berkerja sama maka akan tercipta suasana belajar yang kondusif hal ini tentunya untuk mencapai tujuan suatu pembelajaran akan lebih baik akan terlaksana.




Minggu, 13 Oktober 2013

KEGIATAN OSIS 2013 /2014



PELATIHAN OSIS SMP SE-PROVINSI JAMBI
 Gamabar 1 Pembinaan Penyusunan Program kerja Osis
 Gambar 2 Latihan PBB
 Gambar 3 Diskusi Penyusunan Program Kerja Osis dan Tujuan Yang Ingin di Capai

 Gambar 4& 5 Presentasi Hasil Perencanaan Program Kerja
Gamabar 6 Foto Bersama Pembina Osis dan Peserta Osis

BIOGRAFI MAJELIS GURU


JUMLAH TENAGA PNS 

   1. Kepala Sekolah
     Sadikin S.Pd.I
     NIP. 198306122009041006
2. Bendahara
     An. Elfa Susanti S.Pd
     NIP. 197510252009042001



Guru Non PNS SMPN Satu Atap 2 Betara
  1. Sayid Ridho  S.Pd       : Guru Biologi & TIK
  2. Adi Aspadi, A.Ma       : Guru Penjas
  3. Arisman                       : Guru MTK
  4. Amiruddin, S.Pd.SD    : Guru PAI & Mulok
  5. Widawati S.Pd.SD       : Guru B. Indonesia
  6. Mala Novita Sari         : Guru SBK & PKN
  7. Defi Yanti                    : Guru Fisika  
PERSONIL GURU SMPN SATU ATAP 2 BETARA

BIOGRAFI SMPN SATU ATAP 2 BETARA



BIOGRAFI
SEJARAH
SMPN SATU ATAP  2 BETARA dibangun pada bulan Juli 2006, dan Izin Operasional Pelaksanaan Pendidikan SMP tersebut ter-SK-kan tanggal 20 november 2006 atau bertepatan 28 Syawal 1424 H OLEH Bupati; Usman Ermulan, Bupati Kab. Tanjung Jabung Barat Nomor: 796 TAHUN 2006, yang dipelopori oleh bebeberapa tokoh, diantaranya; Bpk. Wahidin.S.Pd.MM, yang sekarang sebagai kepala Dinas Pendidikan Kab. Tanjung jabung Barat s/d saat ini, juga Bpk Ambo Anta,S.Pd.SD, yang sekarang menjabat sebagai Kepala UPTD Kuala Betara, Bpk. Kepala Desa, tokoh-tokoh masyarakat yang peduli dengan pendidikan di kala itu. Berdiri di atas tanah Hibah dengan luas 3500 M2. Sedangkan luas bangunan tersebut sekitar 700 M2, dengan lokal sebanyak 3 Ruang Teori, tanpa kantor, tapak cor, bangunan atas kayu, yang dibebankan pada dana Blockgrand TA. 2006. Jumlah siswa pertama kali saat itu sebanyak 10 Orang siswa; 5 Siswa laki-laki dan 5 Orang Siswi Perempuan, sedikitnya siswa kala itu bukanlah hambatan bagi para guru untuk terus mendidik, mencerdaskan siswa ditengah krisis ekonomi disaat itu, apalagi saat itu pola fikir masyarakat masih berorientasi pada materi, “sebagai nelayan dan petani jadilah” bagi mereka, seolah–olah pendidikan kurang begitu diperhatikan, sehingga bukan tidak mungkin, hampir 90% siswa tamat SD yang tidak lagi melanjutkan kejenjang Berikutnya, SMP atau sederajat. Inilah barangkali hal mendasar yang membuat para pe-Meduli pendidikan tidak bisa tinggal diam, seiring  WAJAR (Wajib Belajar) Sembilan Tahun yang dicanangkan Oleh Pemerintah kala itu, menjadi pemicu semangat pelopors pendiri SMP tersebut. Seiring barjalanya waktu, jumlah siswa sedikit demi sedikit bertambah, ini menandakan kepedulian masyarakatpin semakin tinggi, bahkan sudah banyak siswa yang melajutkan ketingkat SMA, bahkan Perguruan tinggi, sepertinya perjuangan saat itu tidak lah sia-sia, pendidikan begitu penting, pendidikan adalah wajib, pendidikan adalah hal yang sangat berperan dalam membentuk pola lingkungan, bertahap memang. Namun, yang menjadi kendala saat ini adalah, tuntutan kurikulum yang sedimikian rupa, namun prasarana kami yang belum memadai, acuan nilai di tentukan pemerintah.